Tari Wayang Gandamana
Patih Negeri Pancala
Mungpuni dalam olah
kanuragaan
Pertentang pilih tanding
di setiap medan laga
Baginya kebenaran adalah
pilar yang harus ditegakkan
Dimanapun kakinya
menapak...
Tari wayang Gandamana merupakan salah satu tari wayang kreasi yang berasal dari daerah Cirebon, Jawa Barat. Menurut Wikipedia, Gandamana sendiri merupakan nama seorang tokoh pewayangan yang tidak terdapat dalam naskah wiracerita Mahabarata, karena merupakan asli ciptaan pujangga Jawa. Tokoh ini menjabat sebagai patih Kerajaan Hastina zaman pemerintahan Pandu, ayah para Pandawa. Karena fitnah Sangkuni, Gandamana terpaksa meninggalkan kedudukannya dan kembali ke tanah airnya, yaitu Kerajaan Pancala, di mana ia berada di sana sampai akhir hayatnya. Kematiannya terjadi pada saat ia menggelar sayembara untuk memperebutkan keponakannya yang bernama Drupadi.
Tarian ini menceritakan seorang tokoh pewayangan yaitu Arya Gandamana dari Negeri Pancala yang terkenal dengan sifatnya yang bijak, mungpuni dalam olah kanuragaan, pertentang pilih tanding dalam setiap medan laga, bersikap ksatria sejati yang tak pernah pengecut menghadapi lawan, ksatria pilih tanding yang siap membela negara dan menegakkan keadilan. Baginya negara adalah sejengkal tanah yang harus dipertahankan kewibawaannya sampai titik darah penghabisan. Baginya kebenaran adalah pilar yang harus ditegakkan dimanapun kakinya menapak.
Visualisasi bentuk penyajian tarian ini termasuk sebagai tarian tunggal. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pentas, tarian ini bisa juga disajikan sebagai tari kelompok. Busana yang dikenakan penari wayang gandaman ini terdiri dari baju kutung, celana sontog, sinjang, sampur, ombyok, badong, gelang tangan, kilat bahu, sumping, mahkota, dan praba.

3 komentar
Sangat bermanfaat 🙏
BalasHapusTerimakasih ka bermanfaat👍
BalasHapusSangat menginspirasi :)
BalasHapus